Saat memilih material atap untuk rumah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar atap rumah tetap kokoh dan tahan lama, terutama di Indonesia yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan sinar matahari yang cukup terik. Oleh karena itu, penting untuk mengenal jenis-jenis material atap rumah yang cocok untuk Indonesia.
Salah satu material atap yang sering digunakan di Indonesia adalah genteng. Genteng merupakan material atap yang terbuat dari tanah liat atau beton yang dapat melindungi rumah dari panas dan hujan. Menurut pakar konstruksi, Budi Santoso, genteng tanah liat lebih baik dalam menahan panas dibandingkan genteng beton. “Genteng tanah liat memiliki daya serap panas yang lebih baik sehingga dapat menurunkan suhu di dalam rumah,” ujarnya.
Selain genteng, seng juga merupakan material atap yang populer di Indonesia. Seng memiliki kelebihan ringan dan mudah dipasang, namun juga rentan terhadap karat. Menurut ahli arsitektur, Andi Wijaya, “Pemilihan material atap seng harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Jika rumah berada di daerah yang sering terkena hujan, sebaiknya memilih seng berkualitas tinggi agar lebih tahan lama.”
Selain genteng dan seng, atap rumah juga bisa menggunakan material atap berupa asbes. Namun, penggunaan asbes mulai dilarang di beberapa negara karena mengandung serat berbahaya yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Menurut Dini Pratiwi, ahli kesehatan lingkungan, “Paparan serat asbes dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan kanker. Oleh karena itu, sebaiknya menghindari penggunaan material atap berbahaya seperti asbes.”
Dalam memilih material atap rumah, penting untuk memperhatikan faktor keamanan, ketahanan, dan keindahan. Konsultasikan dengan ahli konstruksi atau arsitek untuk mendapatkan saran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan tempat tinggal Anda. Dengan mengenal jenis-jenis material atap rumah yang cocok untuk Indonesia, Anda dapat memiliki atap rumah yang kokoh dan tahan lama.